1. Audit Tahap I bisa dilakukan secara on- site dan/atau off-site, yang mana keputusan pelaksanaan on-site atau off site dapat dilakukan oleh permintaan klien atau keputusan PT. QIS Certi Indonesia dari hasil Kajian Permohonan.
  2. Audit Tahap I on-site yaitu kunjungan tim auditor PT. QIS Certi Indonesia ke lokasi audit
  3. Sedangkan Audit Tahap I off-site yaitu tinjauan dokumen sistem klien di kantor PT. QIS Certi Indonesia.
  4. Apabila PT. QIS Certi Indonesia memerlukan Audit Tahap I secara on-site akan diinformasikan kepada klien.
  5. Namun jika PT. QIS Certi Indonesia tidak memerlukan Audit Tahap I secara on-site klien dapat memilih untuk melakukan audit stage I secara on-site atau off-site.
  6. Agenda audit stage I sertifikasi usaha pariwisata adalah sebagai berikut :
    1. Mengaudit dokumentasi pemenuhan persyaratan standar usaha pariwisata klien
    2. Mengevaluasi lokasi dan kondisi lapangan klien yang spesifik dan melakukan diskusi dengan personel klien untuk menentukan kesiapan audit tahap II
    3. Mengkaji status dan pemahaman klien berkenaan dengan pemenuhan persyaratan standar usaha persyaratan dasar, terutama yang berkaitan dengan persyaratan dasar, pengelolaan, produk dan pelayanan.
    4. Mengumpulkan informasi penting berkenaan dengan lingkup standar usaha pariwisata, proses dan lokasi pemohon, dan aspek perundang-undangan dan hukum dan pemenuhannya (sebagai contoh aspek hukum, lingkungan, dan mutu dari operasi pelanggan, keterkaitan resiko, dsb)
    5. Mengkaji alokasi sumber daya untuk audit tahap II dan persetujuan klien berkenaan dengan rincian audit tahap II.
    6. Memfokuskan perencanaan audit tahap II dengan mendapatkan pemahaman yang cukup tentang pemenuhan persyaratan usaha pariwisata klien dan operasi lapangan pada konteks aspek yang mungkin signifikan
    7. Mengevaluasi apakah internal audit dan kaji ulang manajemen telah direncanakan dan dilakukan, dan level implementasi dari substansi system
  7. Apabila dari hasil Audit Tahap I ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki oleh klien, maka klien wajib melakukan tindakan perbaikan dalam batas waktu yang ditentukan PT. QIS Certi Indonesia