1. Jika terjadi kondisi pembekuan, sertifikasi klien untuk sementara tidak berlaku dan tidak diperbolehkan untuk menggunakan sertifikasinya untuk keperluan promosinya lebih lanjut
  2. Status pembekuan sertifikasi dapat diakses publik.
  3. Beberapa contoh kasus yang menyebabkan pembekuan sertifikasi :
    1. Klien yang disertifikasi gagalĀ  secara total memenuhi persyaratan sertifikasi, termasuk persyaratan standar usaha pariwisata
    2. Klien yang disertifikasi tidak membolehkan Survailen atau Resertifikasi dilaksanakan pada frekwensi yang dipersyaratkan, atau
    3. Klien yang disertifikasi meminta pembekuan secara sukarela
    4. Ketidaksesuaian hasil Survailen tidak ditindaklanjuti (analisa penyebab, koreksi, tindakan korektif dan bukti tindakan perbaikan) sesuai batas waktu yang ditetapkan dan perpanjangan waktu (1 bulan) yang diberikan
  4. QA Manager akan melakukan review status sertifikasi klien dan hasilnya akan diajukan kepada Manager Operasional untuk di putuskan status sertifikasinya.
  5. QA Manager akan menerbitkan surat pembekuan dengan menginformasikan alasan pembekuan kepada klien.
  6. Dalam proses pembekuan klien dilarang menggunakan sertifikasinya untuk keperluan bisnis dan promosi lebih lanjut.
  7.  

    Apabila penyebab pembekuan telah ditindaklanjuti dan di selesaikan oleh klien, Maka PT QIS Certi Indonesia akan MENGAKTIFKAN kembali status sertifikasi dari klien yang di bekukan